Tahun 2024 menjadi saksi dari perubahan signifikan dalam perilaku belanja konsumen, di mana persaingan antara belanja online dan offline semakin ketat. Kemajuan teknologi, perubahan gaya hidup, serta faktor ekonomi global turut mempengaruhi keputusan pembelian. Berikut adalah analisis mengenai tren pembelian online dan offline di tahun 2024.
1. Nilai Transaksi Pembelian Online Meningkat
- Total transaksi belanja online di Indonesia diperkirakan mencapai Rp 487 triliun pada tahun 2024.
- Meningkat dari Rp 453 triliun pada tahun 2023.
- Salah satu tren yang mendorong peningkatan ini adalah live shopping.
Sumber: katadata.co.id
2. Preferensi Masyarakat dalam Berbelanja
- 54% masyarakat lebih memilih berbelanja melalui e-commerce.
- 42% masih setia berbelanja secara offline.
- 4% lainnya menggunakan social commerce seperti dari ads atau iklan, WhatsApp, dan Instagram.
- Generasi Z menjadi kelompok yang paling aktif dalam belanja online.
Sumber: money.kompas.com
3. Perkembangan Metode Pembayaran Digital
- 64% masyarakat menggunakan metode pembayaran nontunai, seperti:
- Mobile banking
- QRIS
- Dompet digital (GoPay, OVO, Dana, dll.)
- Kemudahan dan keamanan pembayaran digital menjadi faktor utama meningkatnya tren ini.
Sumber: ekbis.harianjogja.com
4. Popularitas Live Shopping
- 80% konsumen tertarik menonton sesi live shopping.
- 60% dari mereka akhirnya melakukan pembelian.
- Live shopping menarik karena memberikan pengalaman belanja yang lebih interaktif dan mirip dengan belanja langsung di toko.
Sumber: katadata.co.id
5. Persaingan Ketat di E-Commerce
- Persaingan yang semakin sengit membuat beberapa platform mengubah strategi bisnisnya.
- Bukalapak menghentikan penjualan barang fisik dan fokus pada produk digital seperti:
- Pulsa
- Voucher streaming
- Produk virtual lainnya
- Perubahan ini terjadi karena tekanan dari kompetitor seperti Tokopedia dan Shopee.
Sumber: reuters.com
Kesimpulan
Baik belanja online maupun offline memiliki keunggulan masing-masing dan terus berkembang sesuai dengan kebutuhan serta preferensi konsumen. Perusahaan ritel yang mampu mengadaptasi teknologi dan menggabungkan pengalaman online serta offline dengan baik akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di era digital ini.